Berita
TRADISI NYADRAN KAMPUNG PANJANGAN MANYARAN
NYADRAN KAMPUNG PANJANGAN
di Kota Semarang terdapat berbagai macam tradisi yang masih di lestarikan, salah satunya adalah Nyadran. Nyadran merupakan tradisi yang berasal dari tradisi hindu - budha yang disesuaikan dengan syariat Islam pada abad ke-15 oleh Walisongo untuk menggantikan tradisi pemujaan roh yang di anggap musyrik dalam agama Islam dan di gantikan dengan pembacaan ayat Al-Quran serta doa - doa. Nyandran di pahami sebagai bentuk hubungan antara leluhur, sesama manusia, dan Tuhan.
Di Kampung Panjangan Kelurahan Manyaran Kecamatan Semarang Barat, tradisi Nyadran di lakukan di sebuah makam Sasono Loyo Kampung Panjangan di Wilayah Rw.06 dan Sasono Loyo Nyi Depok di Wilayah Rw.01, tradisi sadranan di kampung panjangan dilaksanakan rutin setiap menjelang bulan puasa
